Ilmu Pengobatan Islam vs Pengobatan Modern

Share:

Ilmu pengobatan islam vs pengobatan modern dalam kajian ilmiah. Dunia pengobatan semenjak dahulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan umat manusia. Ilmu pengobatan islam sudah tidak lagi mantap untuk manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari segala jenis penyakit itulah yang mendorong manusia untuk membuat upaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkomposisikan, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan jenis penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, pembekaman hingga operasi dan pembedahan. Semuanya dilakukan dengan trial and error. Berikut ini adalah fakta ilmu pengobatan islam dan pengobatan modern.

ilmu pengobatan islam vs pengobatan modern.jpg

Ilmu pengobatan islam vs pengobatan modern

Ilmu pengobatan islam bukan lagi menjadi ilmu pengobatan yang utama. Orang islam saat ini justru menganggap ilmu ini sebagai pengobatan alternatif. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, seiring dengan meningkatnya heterogensi lingkungan masyarakat, teknologi pertanian, teknologi industri makanan juga mengalami peningkatan tajam. Budaya konsumerisme dan materiakisme menggiring manusia untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi.

Sayanganya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya. Seperti borax (bahan pembuat detergen) dan formaline (bahan pembersih tingkat tinggi) sebagai bahan pengawet, water glass (bahan pembuat sabun colek) sebagai pengenyal makanan seperti mie dan sejenisnya, bahan pewarna tekstil (untuk membuat warna lebih cerah, seperti roti, krupuk, dan sejenisnya) yang sisinyalir bisa menyebabkan kanker, belum lagi berbagai bahan kimia pengemulsi, perencah, pelezat, dan lain-lain yang kesemuanya amat merusak kesehatan. Lalu bagaimana umat muslim melihat ilmu pengobatan islam?

Ibnul Qayyim seorang guru besar metode pengobatan ala nabi menandaskan. Orang-orang dahulu yang makanan dan minumannya berasal dari bahan tunggal (gandum, beras, juice buah dan sejenisnya), ketika terserang penyakit cukup menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan tunggal pula. Madu, telur ayam, daun ketela dan berbagai jenis bahan tunggal lain sudah cukup mengobati berbagai jenis penyakit yang mereka derita. Namun orang-orang sekarang yang sudah banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia, menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam.

Ilmu pengobatan islam sudah mulai luntur dan ditinggalkan. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat. Teknologi pengobatan manusia pun semakin disibukkan dengan berbagai penelitian untuk menemukan berbagai formula obat-obatan baru untuk mengatasi berbagai jenis penyakit aneh yang muncul belakangan. Sistem pengobatan dengan pembedahan, dengan sinar ultra violet, sinar-X, pencangkokan, dan berbagai metode pengobatan canggih lainnya pun diuji cobakan oleh banyak orang.

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur. Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah juga beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan bagitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pastiAllah juga menciptakan obatnya – ilmu pengobatan islam. Hanya ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kanyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya.

Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk. Bagaimana perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat. Tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula-formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin. Termasuk yang berkaitan dengan terapi atau ilmu pengobatan islam. Petunjuk praktis dan kaidah-kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para sahabat. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode pengobatan yang tidak ada duanya.

Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia. Karena Allah telah menegaskan : “Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini “. Ilmu pengobatan berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah untuk kepentingan umat manusia.

Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah sebagai metode terbaik mengatasi berbagai macam penyakit. Sebut saja madu, jintan hitam, air mawar, cuka buah, air zam-zam, kurma dan berbagai jenis makanan dan minuman sehat lainnya. Atau pengobatan seperti bekam (bisa hampir diserupakan dengan sistem pengobatan akupuntur, pijat refleksi, dan sejenisnya), kompres, sisten karantina, ruqyah (pengobatan dengan bacaan Al-Qur’an-pent ilmu pengobatan islam) dan lain-lain.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terrasa khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilah placebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang diderita), maka Islam mengenal istilah doa dan keyakinan. Tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian.

Isi website yang ada dihadapan Anda ini adalah karya spektakuler dari seorang ulama besar Islam abad ke delapan hijriah bernama Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Seperti juga guru besarnya Ibu Taimiyah, beliau juga dikenal sebagai ulama yang memiliki ilmu yang komprehensif. Beliau seorang Ahli Sejarah, Ahli Fiqih, Ahli Hadist dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai Thabibun Nafsi (Dokter Jiwa) dan juga ahli dalam ilmu pengobatan secara umum.

Metode pengobatan Islam beliau ini adalah karya spektakuler beliau dalam mengupas sistem dan metode pengobatan Nabi, ditopang dengan berbagai media diagnosa dan hasil penelitian medis yang terbaik di zaman itu. Membaca isi web ini, rasanya kita tidak percaya bahwa berbagai eksperimen, diagnosis, dan metode terapi yang beliau sajikan dalam isi web adalah hasil penemuan beratus-ratus tahun yang lalu. Banyak diantara ulasan ilmiah beliau yang masih up to date dan masih sangat bermanfaat hingga sekarang ini.

Belum lagi belum ditambah dengan berbagai bentuk terapi dan pengobatan Nabi yang memang bersifat abadi, tidak diragukan kemanjurannya sama sekali. Semua ini menjadikan isi web ini memiliki nilaidan bobot tersendiri. Website ini layak dijadikan rujukan oleh setiap orang yang memiliki komitmen penuh terhadap ajaran Islam, dan juga oleh mereka yang gemar mempelajari ilmu pengobatan. Atau setidaknya untuk menambah wawasan pengetahuan dan keyakinan terhadap efektifitas pengobatan Nabi pada setiap zaman dan tempat. Semoga berguna dan dapat mengaplikasikan ilmu pengobatan islam ini.

Ilmu Pengobatan Islam vs Pengobatan Modern | Koko Wijanarko | 4.5

Berita Lainnya

error: Exclusive only on Terapimuslim.com !!
Visit Koko Wijanarko at Ping.sg Health Blogs
Health top blog sites
top blog sites Top  blogs